Hasil belajar dapat dijelaskan dengan memahami dua kata yang membentuknya,
yaitu hasil dan belajar. Pengertian hasil (product)
menunjuk kepada suatu perolehan akibat dilakukannya suatu aktivitas atau proses
yang mengakibatnya berubahnya input secara fungsional. Hasil produksi adalah
perolehan yang didapatkan karena adanya kegiatan mengubah bahan (raw materials) menjadi barang jadi (finished goods). Hal yang sama berlaku
untuk memberikan batasan bagi istilah hasil panen, hasil penjualan, hasil
pembangunan, termasuk hasil belajar.
Belajar merupakan proses yang unik dan kompleks. Keunikan itu disebabkan
karena hasil belajar hanya terjadi pada individu yang belajar, tidak pada orang
lain dan setiap individu menampilkan perilaku belajar yang berbeda. Perbedaan
penampilan itu disebabkan karena setiap individu mempunyai karakteristik
individualnya yang khas, seperti minat, intelegensi, perhatian, bakat dan
sebagainya.
Belajar dilakukan untuk mengusahakan adanya perubahan perilaku pada
individu yang belajar. Perubahan perilaku itu merupakan perolehan yang menjadi
hasil belajar. Hasil belajar adalah perubahan yang mengakibatkan manusia
berubah dalam sikap dan tingkah lakunya.
Aspek perubahan tersebut mengacu kepada taksonomi tujuan pengajaran yang
dikembangkan oleh Benjamin S. Bloom yang mencakup aspek kognitif, afektif dan
psikomotorik.
Sedangkan proses pengajaran merupakan sebuah aktivitas sadar untuk membuat
siswa belajar. Proses sadar mengandung implikasi bahwa pengajaran merupakan
sebuah proses yang direncanakan untuk mencapai tujuan pembelajaran (goal teaching). Dalam konteks demikian
maka hasil belajar merupakan perolehan dari proses belajar siswa sesuai dengan
tujuan pengajaran (ends are being
attained).
Tujuan pengajaran dan keluaran hasil belajar adalah dua hal yang erat
kaitannya. Tujuan pengajaran menyarankan pada bentuk-bentuk atau kategori
tertentu hasil belajar. Keluaran hasil belajar adalah berupa kemampuan,
keterampilan dan tingkah laku tertentu yang pada hakikatnya merupakan
perwujudan terhadap pencapaian tujuan pembelajaran.
Tujuan pengajaran adalah kemampuan yang diharapkan dimiliki oleh siswa
setelah menyelesaikan pengalaman belajarnya. Hasil belajar yang diukur
merefleksikan tujuan pengajaran. Tujuan pengajaran adalah tujuan yang
menggambarkan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang harus dimiliki oleh
siswa sebagai akibat dari hasil pengajaran yang dinyatakan dalam bentuk tingkah
laku (behavior) yang dapat diamati
dan diukur. Oleh karenanya, menurut Arikunto dalam merumuskan tujuan
instruksional harus diusahakan agar nampak bahwa setelah tercapainya tujuan itu
terjadi adanya perubahan pada diri anak yang meliputi kemampuan intelektual,
sikap dan minat maupun keterampilan.
Perubahan
perilaku akibat kegiatan belajar mengakibatkan siswa memiliki penguasaan
terhadap materi pengajaran yang disampaikan dalam kegiatan belajar mengajar.
Hasil belajar dapat diartikan sebagai tingkat penguasaan yang dicapai oleh
pelajar dalam mengikuti proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan
yang ditetapkan.
Hasil belajar tampak sebagai terjadinya perubahan tingkah laku pada diri
siswa yang dapat diamati dan dapat diukur dalam bentuk perubahan pengetahuan
sikap dan keterampilan. Perubahan tersebut dapat diartikan terjadinya
peningkatan dan pengembangan yang lebih baik dibandingkan sebelumnya[5]
Berdasarkan berbagai
definisi tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa hasil belajar adalah tingkat
penguasaan siswa terhadap materi pelajaran sebagai akibat dari perubahan perilaku
setelah mengikuti proses belajar mengajar berdasarkan tujuan pengajaran yang
ingin dicapai. Hasil belajar itu akan diukur dengan sebuah tes. Perubahan
kemampuan tersebut antara lain bidang kognitif yang mengacu dimensi pengetahuan (faktual, konseptual
dan prosedural) dan dimensi proses kognitif (mengingat, memahami, menerapkan,
menganalisis, menilai dan mencipta). Yang dicapai siswa sebagai proses dari
pembelajaran IPA yang ditempuh selama kurun waktu tertentu berdasarkan tujuan
pembelajaran yang ditetapkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar